Soal Indonesia 2030, Prabowo Warning Indonesia

Soal Indonesia 2030, Prabowo Warning Indonesia

Prabowo Subianto (JN)

Jakarta – Pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto soal Indonesia 2030 sebagai warning. Sehingga, bangsa Indonesia dapat mengantisipasi.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Sudaryono mengatakan, keprihatinannya atas tanggapan yang tidak proporsional terhadap pidato Prabowo yang menyampaikan kajian asing terkait Indonesia.

“Mestinya hal ini bisa ditanggapi positif. Ini kan warning dari pak Prabowo setelah beliau membaca informasi dari buku di luar negeri. Mestinya kita bisa antisipasi, bagaimana agar hal terburuk seperti ini bisa dihindari,” kata Sudaryono, di Jakarta, Jumat (23/3).

Sudaryono mengatakan, penulis buku “Ghost Freet” yang menjadi referensi juga kredibel, yaitu P.W Singer. Dia adalah ahli ilmu politik luar negeri, mendapatkan Ph.D dari Harvard University.

“Bersama rekannya August Cole, mereka mencoba memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan dalam konflik global. Agar prediksi dan perspektifnya hidup, ia tuliskan analisanya itu dalam drama novel,” kata Sudaryono.

Sudaryono juga mendapat informasi, karena yang menulis seorang yang sangat ahli, novel ini bahkan menjadi perhatian serius petinggi militer di Amerika Serikat.

“Bahkan, James G Stavridis, pensiunan laksama angkatan laut Amerika Serikat, yang kini menjadi dekan di Tufts University hubungan internasional, menyebut buku ini (novel) blue print untuk memahami perang masa depan. Pemimpin militer di negeri Paman Sam itu mewajibkan para tentara membacanya,” kata Sudaryono.

Sudaryono menambahkan, seharusnya bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dengan Prabowo yang sudah memberikan warning. Sehingga bangsa ini bisa mengantisipasinya dengan baik dan hal yang diproyeksikan di dalam buku tersebut tidak terjadi.

Menurutnya, tidak ada kalimat langsung yang menyatakan Prabowo mengatakan seperti yang ramai sedang digoreng oleh para pengamat maupun politisi pendukung pemerintahan.

“Nah ini sangat bergantung kepada cara memimpin Indonesia. Kalau pola memipinnya kurang tepat seperti sekarang ya bisa kacau. Kita ini negara yang kaya dan sudah menjadi incaran bangsa lain dari zaman ke zaman,” katanya.

“Bangsa lain dari dulu datang ke Nusantara lho, bukan yang kita datang ke mereka. Jadi sekali lagi kalau kita tidak mawas diri, waspada dan buruknya tata kelola pemerintahan bisa bisa hal hal itua bisa terjadi” tegas Sudaryono.

Sudaryono mencontohkan, negara Uni Soviet yang digadang-gadang sebagai negara adi daya seperti Amerika Serikat saja ternyata bisa bubar dan tidak bertahan lama.

“Uni soviet ini bubar bukan karena kalah technologi nuklir dengan Amerika Serikat, namun karena salah kelola pemerintahan dan tingginya kesenjangan sosial” Ujar Sudar

Seperti diketahui, pidato Prabowo bikin geger karena digoreng menjadi seolah-olah Prabowo meramalkan Indonesia bubar pada 2030 padahal dari fakta dan realitas pidatonya tidak seperti itu.

Padahal kutipan Prabowo langsungnya adalah, “Tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Mereka ramalkan kita ini bubar.”

TAGS : Pemilu 2019 Partai Gerindra Prabowo Subianto

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/31078/Soal-Indonesia-2030-Prabowo-Warning-Indonesia/

Related Post

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz